Cara Memformat Hard Disk dan Membuat Partisi



Memformat Hard Disk dan Membuat Partisi

Sebelum digunakan untuk menyimpan data, hard disk harus dikondisikan terlebih dahulu melalui 3 tahap, yaitu low level format, partisi dan logical format.
1.    Low level format, merupakan format secara fisik (hardware level) dengan menentukan track, head dan sector yang akan dipakai untuk menyimpanm data. Format ini biasanya sudah dilakukan oleh pabrik pembuatnya sehingga tidak perlu anda lakukan. Hanya saja jika terjadi masalah tertentu, seperti bad sector, corrupted partition table dan terkena virus, low format level ulang bisa menjadi solusinya.
2.    Partisi (partitioning),  dilakukan dengan membagi hard disk ke dalam beberapa bagian logical volume. Bagian yang terpisah ini akan diperlakukan seperti hard disk yang berbeda oleh program termasuk sistem operasi. Untuk sistem operasi Windoes, tiap partisi hard disk yang dikenal akan ditandai dcenagan sebuah huiruf besar, mulai C hingga Z.
Partisi pertama dari hard disk secara otomatis menyimpan MBR (master Boot Record). Pada MBR tersimpan partition table yang berisi informasi mengenai partisi dalam hard disk dan bagaimana cara mengakses data di dalamnya.
Ada 3 cara jenis partisi pada hard disk, yaitu primary partition, extended partition dan logical partition. Primary partition dalam hard disk terbatas hanya empat buah saja. Jika ada extended, primary partition terbatas menjadi 3 bagian. Primary partition  bisa mempunyai beberapa fungsi sekaligus antara lain sebagai system partiton (active partition) untuk memulai (start) sistem operasi, boot partition untuk menyimpan file-file sistem operassi dan generasi purposes partition untuk menyimpan data.
Jika ingin membuat partisi yang lebih banyak, gunakan saja extended partition. Extended partition adalah partisi yang dipakai sebagai container dan berisi partisi lagi ( logical partition). Dan anda bisa membuat banyak logical partition di dalam extended patition.

3.    High Level format, dilakukan dengan cara mempersiapkan hard disk agar siap menerima data. Memformat dapat digambarkan seperti kata menyiapkan rak-rak beserta katalognya agar bisa di masuki buku secara teratur. Format dilakukan pada suatu partisi dengan system tertentu yang disebut dengan file system. Ada banyak file system, tergantung dari sistem operasi yang akan digunakan untuk mengakses disk nanti.
                          


Untuk menghubungkan antara hard disk dengan komputer, dibutuhkan kontroller yang biasanya sudah terintegrasi dalam motherbioard. Kontroller yang banyak dipakai standar adlah EIDE dan SCSI. Selain untuk koneksi dengan hard disk, kedua kontroller tersebut juga dipakai pada optical disk (CD dan DVD).
IDE
EIDE (Enhanced Integrated Drive Electronics ( merupakan kontroller hard yang paling umum karena sudah digunakan secara luas sejak tahun 1990-an. Hard disk IDE saat itu masih menggunakan koneksi kabel Paralel ATA (PATA). Paralel ATA mendukung teknologi UDMA (Ultra DMA) Mode 5 (ATA-100) dan UDMA Mode 6 (ATA-133). ATA (AT Attachment) sering disebut juga dengan ATAPI (ATA Packet Interface).
Parallel ATA (PATA)
Kabel pada ATA-100 mendukung treansfer data hingga 100 MBps sedangkan ATA-133 mendukung transfer data 133 MBps. KenaikanATA dari 100 menjadi 133 tidak begitu banyak memberikan peningkatan performa sebab kecepatan kabel 100 MNps dianggap sudah mencukupi kebutuhan.
Ada 2 buah kabel IDE yang bisa di tancapkan pada motherboard. Kabel IDE yang bisa ditancapkan pada konektor IDE1 disebut dengan primary sedangkan pada IDE 2 disebut secondary. Tiap konektor mendukung 2 alat, yaitu master dan slave. Dengan demikian ada, empat buah alat yang bisa ditancapkan secara bersamaan. Master dan slave tidak ditentukan oleh colokan kabelnya melainkan oleh setting jumper pada alat, dalam hal ini hard disk. Untuk mengganti master/slave, ubahlah setting jumper. Hard disk akan dikenali oleh komputer sebgai primary master, primary slave, secondary master atau secondary slave tergantung setting jumper dan port IDE yang ddipakai. Selain hard disk, kabel IDE juaga digunakan pada CD, DVD dan ZIP drive.

        

Serial ATA ( SATA)
Jenis koneksi IDE lain yang baru adlah Serial ATA ( SATA). Generasi pertma adalah SATA 150 mendukung kecepatan 150 MBps karena beroperasi pada frekuensi 1.5 Ghz. Untuk pemakaian biasa, tidak ada kenaikan performa signifikan antaara PATA dengan SATA 150, karena bottle neck sering terjadi pada hard disk-nya sendiri, bukan pada kwbel data.
Parameter    SATA 1    SATA 2    SATA 3
Frekuensi (GHZ)    1.5    3.0    6.0
Transfer Data (Mbyte/s)    150    300    600
Tahun    2002    2004     

Dengan dirilisnya chipset NVIDIA nForce4 pada tahun 2004, kemampuan SATA 300 menjadi bias dua kali lipat hingga mencapai 300 MB/s. berbeda dengan PATA, hard disk SATA tidak memerlukan konfigurasi jumper (master/slave).




Description Judul: Cara Memformat Hard Disk dan Membuat Partisi
Rating: 4.5
Reviewer: Supriadi saragih

- Budayakan Berkomentar yang Bijak Tanpa Mengandung Unsur SARA...
- Link Aktif Akan Langsung Dihapus Selama-lamanya ^_^

" Terimakasih Atas Kunjunganya "

Horas...
About - Sitemap - Privacy Policy - Discliamer
© Copyright-2014 suprisaragih Template by Creating Website Proudly powered by Blogger